Pelanggan menurut RumahBalqis

bros cantik dari flanel rumahbalqis indonesia pusatArtikel ini ditulis khusus untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional (HarPelNas), 4 September 2014

Pelanggan (bukanlah) Raja

Sering kali banyak orang mengatakan bahwa yang namanya customer atau pelanggan adalah raja. Selayaknya raja, maka ia berhak mendapat serviceΒ  terbaik. Saking nacapnya paradigma ini, sebuah brand kadang kala memperlakukan pelanggan begitu luar biasa. Seolah pelanggan diatas segalanya. Memang betul si.. apa yang kita lakukan adalah bagaimana caranya agar pelanggan mendapat kepuasan atas produk atau pun jasa yang kita tawarkan, juga bagaimana cara kita melakukan pelayanan kepada pelanggan (customer service). Dalam hal ini saya sepakat.

Adalah sebuah ‘kewajiban’ bagi penyedia produk dan jasa untuk memberikan yang terbaik, agar pelanggan kita merasa puas.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa kepuasan pelanggan (customer satisfaction) adalah yang utama. Para pakar marketing dan bisnis telah memaparkan bagaimana seorang pelanggan melakukan keputusan pembelian atau memakai jasa, yakni telah melalui sejumlah proses sampai akhirnya menentukan pilihan untuk membeli dari sebuah brand.

Sesaat setelah membeli, diterimanya barang atau dirasakannya jasa yang ia inginkan, tentu adalah pengalaman langsung si pelanggan terhadap produk/jasa sebuah brand. Lebih-lebih ia akan merasakan bagaimana pelayanan yang brand itu berikan. Dalam hal ini, RB tidak sepakat jika dikatakan bahwa pelanggan adalah raja.

Pengertian ini bisa kita artikan bahwa apa yang diinginkan raja harus dipenuhi. Apa yang menjadi kehendak raja kemudian harus dituruti. Begitulah saya pikir pendapat ini sudah tidak relevan lagi di abad canggih sekarang ini.

Sepertinya perilaku pelanggan sebagai raja sudah mulai bergeser. Seiring dengan bagaimana interaksi antara penyedia produk dan jasa di media sosial.

Sudah tak ada lagi sekat diantara pelanggan dan penyedia produk/jasa. Seperti halnya sekat antara sang Raja dengan seorang pelayan. Nah, kami pikir inilah yang menjadi satu hal yang baru. Pelanggan tak lagi identik dengan raja. Ia berubah posisi menjadi sesuatu yang baru.

Pelanggan adalah Sahabat

Inilah pendapat yang menurut kami paling tepat. Coba sekarang lihat sekitar kita. Kita bisa menyaksikan bagaimana pengaruh media sosial begitu luar biasa bagi perilaku pelanggan. Informasi yang dapat diperoleh tanpa batas dan sangat memungkinkan interaksi antar pelanggan, membuat sebuah brand dapat dilihat dari berbagai aspek menurut pandangan pelanggan.

Seberapa besar pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumen? Kita bisa memperhatikan bagaimana perilaku itu muncul sangat unik. Satu pelanggan dan pelanggan lain saling bertukar informasi, membicarakan satu brand tertentu dalam akun media sosial mereka. Lalu bisa saja mereka membicarakannya di komunitas media sosial mereka, seperti chatting group, open group atau close group.

Dari sini, pelanggan dapat menjadi lebih dekat dengan sebuah brand. Pelanggan juga dapat meningkatkan popularitas sebuah brand, atau bahkan bisa ‘menghancurkannya’ jika seorang pelanggan ‘kecewa’ dengan brand tertentu. Tentu ini sangat tidak diinginkan bagi pemilik brand.

Oleh karenanya, banyak pelanggan yang justru sangat loyal kepada sebuah brand. Dan ada juga pelanggan yang tidak hanya loyal, bahkan ia akan ikut membela mati-matian terhadap brand yang mereka idolakan. Lebih dari itu, brand itu seakan menjadi miliknya. Jika sudah begini, sebuatan apa yang paling tepat untuk seorang pelanggan? Tentu jawabannya adalah sahabat. Ya. Sahabat terbaik.

Sahabat terbaik. Selalu ingin persembahkan yang terbaik.

Mungkin saja bunda/sista pernah atau saat ini telah memiliki sahabat terbaik. Sahabat yang begitu mengerti tentang bunda/sista. Ia tak beda dengan saudara kita sendiri. Ia adalah teman curhat, teman ngobrol. dan berbagi apapun.

Layaknya seorang sahabat, ia ingin berbagi kebaikan diantara keduanya. Brand membantu memberikan solusi terhadap masalah yang pelanggan hadapi. Demikian pula brand dapat survive berkat kecintaan pelanggan terhadapnya.

Sebagai sahabat pula, kemungkinan untuk saling memberikan masukan sebagai upaya untuk saling memperbaiki diri pastilah ada. Bisa melalui curhat, kritik dan saran, hingga kritik pedas yang membangun. Semua itu adalah sebuah gerakan yang tak bisa diprediksi dizaman sosmed sekarang ini. Semua telah berubah. Pelanggan menjadi lebih pintar dari yang kita bayangkan. Mereka cerdas dan smart dalam menentukan pilihan.

So. Sebagai pemilik brand, maka tugas kita adalah bagaimana menyapa sahabat kita dengan senyum hangat, sapaan yang akrab. dan juga pasti produk/jasa dan pelayanan yang luar biasa (great service) kepada sahabat terbaik kita. Semoga.

Jadi, bahagiakah bunda/sista jika mendapat sahabat baru yang asyik? Mari bersahabat ^_^

Salam penuh cinta,
@RumahBalqis_ID

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s